Diposkan pada Tur Studi Kesehatan

Dipandang Aman, 7 Kebiasaan Ini Sebenarnya Membahayakan Kesehatan

Duduk santai sambil menyantap mi instan kala hujan tentu sungguh nikmat. Begitu pula mendengarkan musik via earphone kala mengerjakan tugas di depan komputer. Siapa juga yang dapat menolak jus buah atau soda diet ketika sedang ingin menurunkan bobot tubuh?

Duduk, menggunakan komputer, mendengarkan musik menggunakan headphone atau earphone, menenggak minuman diet, menyantap mi instan, minum jus kemasan, serta terjaga hingga tengah malam, bukan lagi merupakan hal yang jarang ditemui. Banyak dari kita, atau mungkin Anda sendiri, termasuk yang sering melakukannya.

Meski terlihat seolah aman, kebiasaan tersebut sebenarnya memiliki efek buruk pada kesehatan. Dilansir Huffington Post dan ditulis pada Sabtu (29/3/2014), inilah 7 kebiasaan yang diam-diam membuat tubuh tak sehat.

1. Duduk
Lima hari dalam satu minggu, mayoritas pekerja kantoran menghabiskan jam kerja dengan duduk di depan setumpuk berkas atau komputer. Fakta menunjukkan, efek ‘duduk menetap’ ternyata cukup dramatis. Duduk lebih dari tiga jam per hari dapat merenggut dua tahun rentang usia seseorang. Yang patut disayangkan, efek buruk itu tidak bisa dinetralisasi dengan olahraga.

2. Menggunakan komputer
Terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar tidak hanya mengurangi waktu untuk beraktivitas fisik, tetapi juga dapat mengacaukan tidur. Pada anak, lamanya waktu yang dihabiskan bersama piranti elektronik memengaruhi kebugaran dan kesehatan mental.

3. Mendengarkan musik dengan headphone
Headphone atau earphone merupakan penjahat yang harus disalahkan atas berkurangnya pendengaran seseorang di kemudian hari. Efek tersebut memang belum akan dirasakan dalam waktu dekat, tetapi 20 atau 30 tahun kemudian. “Paparan suara dan musik keras yang berulang-ulang dapat menyebabkan hilangnya pendengaran.” Demikian menurut National Institutes of Health.

4. Meminum soda diet
Nol kalori dan bebas gula, siapa yang tidak tertarik dengan pesona soda diet? Sayangnya, minuman tersebut justru mengandung pemanis buatan yang akan mengelabuhi otak untuk lebih banyak meraup makanan. Rasa manis memberitahu otak untuk meminta kalori, tetapi ketika tidak ada makanan yang datang, otak akan mengirimkan sinyal lapar. Apa yang selanjutnya terjadi dapat ditebak dengan mudah.

5. Menyantap makanan kemasan
“Mi instan kan hanya air, bumbu, dan mi.” Itulah anggapan umum yang beredar. Padahal, mi instan juga mengandung MSG dan garam dalam jumlah berlebih. Orang kerap memandang sepele akan bahan-bahan yang terkandung dalam makanan kemasan atau olahan, seperti kandungan garam, lemak, dan gula.

6. Menenggak jus
Lebih baik menyantap buah segar ketimbang meminum jus, apalagi jus kemasan. Ketika buah dijus, ia akan kehilangan serat alaminya. Terlebih lagi jus kemasan biasanya diberi tambahan gula dalam jumlah tidak sedikit.

7. Menghemat tidur
Kurang tidur terkait dengan perubahan kemampuan kognitif, tingkat depresi, dan fungsi kekebalan tubuh. Sayangnya, hal tersebut hanya sebatas masalah permukaan saja. Sedikit tidur juga meningkatkan risiko stroke, diabetes, serta obesitas. Orang yang kurang tidur juga lebih berisiko mati muda dibanding mereka yang tidur selama 6,5 hingga 7,5 jam setiap malam.

DAFTAR PUSTAKA/SUMBER ONLINE

detikHealth/Muamaroh Husnantiya. 2014. Dipandang Aman, 7 Kebiasaan Ini Sebenarnya Membahayakan Kesehatan, http://health.detik.com/, (diakses 29 Maret 2014)

Iklan

Penulis:

Arek Pacitan Asli; Suka Belajar; Suka Membaca; Suka Menulis; Jogging Tiap Selasa, Jumat dan Minggu; Elegan; Ramah; dan Bersahaja

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s