Diposkan pada Tur Studi Bisnis

TAX AVOIDANCE – NOT EVASION

Iklan

Penulis:

Arek Pacitan Asli; Suka Belajar; Suka Membaca; Suka Menulis; Jogging Tiap Selasa, Jumat dan Minggu; Elegan; Ramah; dan Bersahaja

3 tanggapan untuk “TAX AVOIDANCE – NOT EVASION

  1. Our discussion in this and subsequent chapters is restricted to tax planning ideas that are entirely legal. Legitimate means of reducing taxes are described as tax avoidance; illegal means to the same end constitute tax evasion. Tax evasion is a federal crime – a felony offense punishable by severe monetary fines and imprisonment. The qualitative difference between avoidance and evasion is in the eye of beholder. Many aggressive tax plans involve major questions of judgment; taxpayers eager to implement these plans run the risk that IRS will conclude that the plan crosses the line between a good faith effort to reduce tax and willful attempt to defraud the U.S. government. Business managers should always exercise caution and consult a tax professional before engaging in any transaction with profound tax consequences.

    Even if tax avoidance strategies are legal, are they ethical? In 1947, federal judge Learned Hand answered this question in the following way:

    Over and over again courts have said that there is nothing sinister in so arranging one’s affairs as to keep taxes as low as possible. Everybody does so, rich and poor; for nobody owes any public duty to pay more than the law demands; taxes are enforced exactions, not voluntary contributions. To demand more in the name of morals is mere cant.

    This spirited defense of the tax planning process makes the point that every person has the civic responsibility of paying the legally required tax and not a penny more. Business managers should be reassured that when they engage in effective tax planning, they are engaging in proper behavior from the perspective of their firm, their government, and society.

    Suka

  2. PENGHINDARAN PAJAK – TIDAK penghindaran

    Diskusi kita dalam hal ini dan bab-bab selanjutnya dibatasi untuk ide-ide perencanaan pajak yang sepenuhnya legal. Sah untuk mengurangi pajak digambarkan sebagai penghindaran pajak; ilegal berarti akhir yang sama merupakan penghindaran pajak. Penghindaran pajak adalah kejahatan federal – suatu kejahatan pelanggaran dihukum dengan denda dan moneter parah penjara. Perbedaan kualitatif antara penghindaran dan penghindaran adalah dalam mata melihatnya. Banyak rencana pajak agresif melibatkan pertanyaan-pertanyaan besar penghakiman; pembayar pajak bersemangat untuk melaksanakan rencana ini menjalankan risiko bahwa IRS akan menyimpulkan bahwa rencana melewati batas antara itikad baik upaya untuk mengurangi pajak dan sengaja berusaha untuk menipu pemerintah AS. Bisnis manajer harus selalu berhati-hati dan berkonsultasi dengan profesional pajak sebelum melakukan transaksi apapun dengan konsekuensi pajak mendalam.

    Bahkan jika strategi penghindaran pajak adalah legal, mereka etis? Pada 1947, hakim federal Learned Hand menjawab pertanyaan ini dengan cara sebagai berikut:

    Berulang-ulang pengadilan mengatakan bahwa tidak ada yang jahat dalam begitu mengatur urusan seseorang untuk menjaga pajak serendah mungkin. Semua orang melakukannya, kaya dan miskin, karena tidak ada yang berutang tugas publik untuk membayar lebih daripada tuntutan hukum; pajak ditegakkan exactions, bukan sumbangan sukarela. Untuk menuntut lebih dalam nama moral hanyalah cant.

    Semangat ini pembelaan proses perencanaan pajak membuat titik bahwa setiap orang mempunyai tanggung jawab kewarganegaraan secara hukum diharuskan membayar pajak dan tidak satu sen lebih banyak. Bisnis manajer harus diyakinkan bahwa ketika mereka terlibat dalam perencanaan pajak yang efektif, mereka terlibat dalam perilaku yang tepat dari perspektif perusahaan mereka, pemerintah mereka, dan masyarakat.

    Suka

  3. TIDAK MENGHINDARI PENGHINDARAN PAJAK

    Diskusi kita dalam bab ini dan berikutnya dibatasi pada ide-ide perencanaan pajak yang mana secara keseluruhan sah. Legitimasi untuk pengurangan pajak diartikan sebagai penghindaran pajak; ilegal dimaksudkan pada akhir yang sama merupakan penghindaran pajak. Penghindaran pajak adalah suatu kejahatan federal – sebuah bentuk kejahatan yang bisa dikenai hukuman dengan denda berbentuk uang yang berat dan dipenjara. Perbedaan kualitatif antara penghindaran dan evasi terletak pada tinjauan pemantau. Banyak rencana-rencana pajak yang agresif melibatkan pertimbangan pertanyaan yang penting; pembayar pajak suka untuk mengimplementasikan rencana ini pada resiko dimana IRS akan termasuk pada silang rencana pada garis tertentu antara suatu usaha yang jujur untuk mengurangi pajak dan usaha yang disengaja untuk mengelabuhi pemerintah Amerika Serikat. Manajer bisnis harus selalu menilai/menguji akibat dan berkonsultasi pada seorang profesional pajak sebelum mengaitkan setiap transaksi dengan konsekuensi pakan yang besar.

    Bahkan jika strategi penghindaran pajak itu sah, apakah ini dianggap etis? Pada tahun 1947, pengadilan federal Learned Hand menjawab pertanyaan ini sebagai berikut:

    Lagi dan lagi pengadilan telah berkata bahwa tak ada lagi penyindir dalam suatu usaha yang tersistematis untuk mengupayakan pajak serendah mungkin. Tiap orang berlaku seperti itu, kaya atau miskin, dan semua melakukan dengan baik, tak seorang pun menanggung kewajiban publik lebih dari apa yang diminta oleh hukum: pajak yang dikuatkan dengan tepat tanpa sumbangan untuk kemanusiaan. Untuk meminta lebih sekedar nama moral tidak diperkenankan.

    Semangat pertahanan pada proses perencanaan pajak ini membuat poin bahwa tiap orang mempunyai tanggungjawab hukum untuk membayar secara resmi pajak terutang dan tidak lebih dari satu peni. Manajer bisnis harus menjamin ulang saat mereka mengaitkan pada perencanaan pajak efektif, mereka sedang mengaitkan pada perilaku yang sesuai dengan perspektif perusahaan mereka, pemerintah dan masyarakatnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s