Diposkan pada Tur Studi Islam

Ramadhan “Awalnya Rahmat, Pertengahannya Maghfiroh dan Penghujungnya Pembebasan dari Api Neraka.”

Syukur Alhamdulillah kita masih dipertemukan kembali pada sebuah bulan yang sangat spesial bagi kita semua umat muslim untuk menggapai rahmat, ampunan_Nya. Maka manfaatkanlah bulan ini sebagai ladang amal ibadah Anda. Bekerja adalah juga merupakan ibadah. Mengajak orang sehat, memperbanyak silaturahmi dan tetap menjaga hubungan baik serta membantu orang lain menuju kesuksesan adalah juga merupakan ibadah. Maka, jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Di bulan Ramadhan, waktu yang paling baik alias mujarab dan dikabulkan Allah adalah do’a hamba-Nya yang tulus di kala berbuka. Selain berdo’a tentu harus disertai usaha dari hamba tersebut. Maka perbanyaklah amal!!! Mari kita mulai sekarang! Bulan Ramadhan “Awalnya Rahmat, Pertengahannya Maghfiroh dan Penghujungnya adalah pembebasan dari api neraka.” Buat temen-temen mentoring jangan lupa ya hari Kamis mulai jam 4 sore kita liqo’ di ITC Al-Furqon.

Iklan

Penulis:

Arek Pacitan Asli; Suka Belajar; Suka Membaca; Suka Menulis; Jogging Tiap Selasa, Jumat dan Minggu; Elegan; Ramah; dan Bersahaja

8 tanggapan untuk “Ramadhan “Awalnya Rahmat, Pertengahannya Maghfiroh dan Penghujungnya Pembebasan dari Api Neraka.”

  1. wahai saudaraku se IMAN yang kucintai ketahuilah bahwa hadits yg engkau bawakan di atas adalah hadits dho’if
    berikut teks haits itu beserta penjelasan dari Ulama Ahli hadits ttg ke doifan hadits itu
    “Artinya :Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah datang (menaungi) kalian, bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara yang wajib pada bulan yang lain …. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka ….” sampai selesai.

    Hadits ini juga panjang, kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al-Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al-Asbahani dalam At-Targhib (q/178, b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad’an dari Sa’id bin Al-Musayyib dari Salman.

    Hadits ini sanadnya Dhaif, karena lemahnya Ali bin Zaid, berkata Ibnu Sa’ad, Di dalamnya ada kelemahan dan jangang berhujjah dengannya, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Tidak kuat, berkata Ibnu Ma’in. Dha’if berkata Ibnu Abi Khaitsamah, Lemah di segala penjuru, dan berkata Ibnu Khuzaimah, Jangan berhujjah dengan hadits ini, karena jelek hafalannya. Demikian di dalam Tahdzibut Tahdzib [7/322-323].

    Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini, Jika benar kabarnya. berkata Ibnu Hajar di dalam Al-Athraf, Sumbernya pada Ali bin Zaid bin Jad’an, dan dia lemah, sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As-Suyuthi di dalam Jami’ul Jawami (no. 23714 -tertib urutannya).

    Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (I/249), hadits yang Mungkar

    itulah penjelasan ttg ke dhoifan hadits itu
    Saudaraku tercinta marilah kita mengamalkan dan mendakwahkan hadits yang shohih saja atau minimal hasan

    Suka

  2. terima kasih sharing info/ilmunya…

    mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
    “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

    Suka

  3. Buat Kang Ibnu Hasan.

    Syukron.

    Makasih banyak dah berkunjung dan meninggalkan sebuah komentar pencerahan.

    Semoga berbagi ilmu ini bisa bermanfaat dan menambah semangat ke-islaman kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Suka

  4. hadist ini kejelekanna dimana ? saya baca kok bagus kata2nya . balas yaa…

    Artinya :Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah datang (menaungi) kalian, bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara yang wajib pada bulan yang lain …. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka ….” sampai selesai.

    Suka

  5. wat sukma…

    hadist diatas bertentangan dengan hadist berikut ini awalnya maknanya benar tapi akhir hadist ini bertentangan dengan hadist yang hasan berikut ini hadistnya :

    إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

    “Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah (SWT) memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s