Pancasila sebagai Ideologi Negara

2008 Mei 19
by TUR WAHYUDIN

Sebagai tambahan referensi untuk mengerjakan tugas PKn, maka kutemukan artikel yang berjudul Ideologi Pancasila di Tengah Perubahan Dunia yang ditulis oleh Siswono Yudo Husodo, Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Dunia berkembang dan berubah dengan sangat cepat, dan perubahan yang terjadi itu ikut mewarnai kehidupan bangsa kita secara fundamental. Ada beberapa penulis buku yang melalui konsep-konsepnya telah berhasil memotret realitas zaman yang sedang kita jalani ini. Di antaranya adalah Rowan Gibson (1997) yang menyatakan bahwa The road stop here. Masa di depan kita nanti akan sangat lain dari masa lalu, dan karenanya diperlukan pemahaman yang tepat tentang masa depan itu.

New time call for new organizations, dengan tantangan yang berbeda diperlukan bentuk organisasi yang berbeda, dengan ciri efisiensi yang tinggi. Where do we go next; dengan berbagai perubahan yang terjadi, setiap organisasi-termasuk organisasi negara-perlu merumuskan dengan tepat arah yang ingin dituju. Peter Senge (1994) mengemukakan bahwa ke depan terjadi perubahan dari detail complexity menjadi dynamic complexitycosmopolitan, dan karenanya setiap pelakunya, termasuk pelaku bisnis dan politik dituntut memiliki 4 C, yaitu concept, competence, connection, dan confidence. yang membuat interpolasi menjadi sulit. Perubahan-perubahan terjadi sangat mendadak dan tidak menentu. Rossabeth Moss Kanter (1994) juga menyatakan bahwa masa depan akan didominasi oleh nilai-nilai dan pemikiran

Peran Ideologi

Sejak berakhirnya perang dingin yang kental diwarnai persaingan ideologi antara blok Barat yang memromosikan liberalisme-kapitalisme dan blok Timur yang mempromosikan komunisme-sosialisme, tata pergaulan dunia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Beberapa kalangan mengatakan bahwa setelah berakhirnya perang dingin yang ditandai dengan bubarnya negara Uni Soviet dan runtuhnya tembok Berlin-di akhir dekade 1980-an- dunia ini mengakhiri periode bipolar dan memasuki periode multipolar.

Periode multipolar yang dimulai awal 1990-an yang kita alami selama sekitar satu dekade, juga pada akhirnya disinyalir banyak pihak terutama para pengamat politik internasional, telah berakhir setelah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden George Bush memromosikan doktrin unilateralisme dalam menangani masalah internasional sebagai wujud dari konsepsi dunia unipolar yang ada di bawah pengaruhnya.

Dapat disimpulkan bahwa era persaingan ideologis dalam dimensi global telah berakhir. Saat ini kita belum dapat membayangkan bahwa dalam waktu dekat akan muncul kembali persaingan ideologis yang keras yang meliputi seluruh wilayah dunia ini. Dunia sekarang ini cenderung masuk kembali ke arah persaingan antarbangsa dan negara, yang dimensi utamanya terletak pada bidang ekonomi karena setiap negara sedang berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga bangsanya. Dalam era yang seperti ini, kedudukan ideologi nasional suatu negara akan berperan dalam mengembangkan kemampuan bersaing negara yang bersangkutan dengan negara lainnya.

Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya.

Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia dengan berdasarkan Pancasila. Dengan ideologi nasional yang mantap seluruh dinamika sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa.

Kesadaran Berbangsa

Sebenarnya, proses reformasi selama enam tahun belakangan ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk merevitalisasi semangat dan cita-cita para pendiri negara kita untuk membangun negara Pancasila ini. Sayangnya, peluang untuk melakukan revitalisasi ideologi kebangsaan kita dalam era reformasi ini masih kurang dimanfaatkan. Bahkan dalam proses reformasi-selain sejumlah keberhasilan yang ada, terutama dalam bidang politik-juga muncul ekses berupa melemahnya kesadaran hidup berbangsa.

Manifestasinya muncul dalam bentuk gerakan separatisme, tidak diindahkannya konsensus nasional, pelaksanaan otonomi daerah yang menyuburkan etnosentrisme dan desentralisasi korupsi, demokratisasi yang dimanfaatkan untuk mengembangkan paham sektarian, dan munculnya kelompok-kelompok yang memromosikan secara terbuka ideologi di luar Pancasila.

Patut disadari oleh semua warga bangsa bahwa keragaman bangsa ini adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dikembangkan karena bangsa ini perlu hidup dalam keberagaman, kesetaraan, dan harmoni. Sayangnya, belum semua warga bangsa kita menerima keragaman sebagai berkah. Oleh karenanya, kita semua harus menolak adanya konsepsi hegemoni mayoritas yang melindungi minoritas karena konsep tersebut tidak sesuai dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 1945 terbentuk dengan karakter utamanya mengakui pluralitas dan kesetaraan antarwarga bangsa. Hal tersebut merupakan kesepakatan bangsa kita yang bersifat final. Oleh karenanya, NKRI tidak dapat diubah menjadi bentuk negara yang lain dan perubahan bentuk NKRI tidak akan difasilitasi oleh NKRI sendiri.

Cita-cita yang mendasari berdirinya NKRI yang dirumuskan founding fathers telah membekali kita dengan aspek-aspek normatif negara bangsa yang menganut nilai-nilai yang sangat maju dan modern. Oleh sebab itu, tugas kita semua sebagai warga bangsa untuk mengimplementasikannya secara konkret. NKRI yang mengakui, menghormati keragaman dan kesetaraan adalah pilihan terbaik untuk mengantarkan masyarakat kita pada pencapaian kemajuan peradabannya.

Perlu disadari oleh semua pihak bahwa proses demokratisasi yang sedang berlangsung ini memiliki koridor, yaitu untuk menjaga dan melindungi keberlangsungan NKRI, yang menganut ideologi negara Pancasila yang membina keberagaman, dan memantapkan kesetaraan. Oleh karenanya, tidak semua hal dapat dilakukan dengan mengatasnamakan demokrasi.

Pancasila sebagaimana ideologi manapun di dunia ini, adalah kerangka berfikir yang senantiasa memerlukan penyempurnaan. Karena tidak ada satu pun ideologi yang disusun dengan begitu sempurnanya sehingga cukup lengkap dan bersifat abadi untuk semua zaman, kondisi, dan situasi. Setiap ideologi memerlukan hadirnya proses dialektika agar ia dapat mengembangkan dirinya dan tetap adaptif dengan perkembangan yang terjadi. Dalam hal ini, setiap warga negara Indonesia yang mencintai negara dan bangsa ini berhak ikut dalam proses merevitalisasi ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, prestasi bangsa kita akan menentukan posisi Pancasila di tengah percaturan ideologi dunia saat ini dan di masa mendatang.

35 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Oktober 8
    dhawi1986 permalink

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Cuma mo sillaturrahmi aja… and liat2 !!!

    Met Iedul Fitri yah…..

  2. 2008 Oktober 8
    dhawi1986 permalink

    jangan lupa sillaturrahmi juga yah…

    dhawi1986.wordpress.com

  3. 2008 Oktober 13
    tito permalink

    oke gw dukung

  4. 2008 Desember 2

    goo dech txs

  5. 2008 Desember 4

    Maaf buat semuanya yang gak dibalas komennya, soalnya Tur udah jarang banget Online nih…, terimakasih udah berkunjung dan berkomentar. Apapaun yang terjadi tetap semangat ya!!! Pantang menyerah. Cia you, kita pasti bisa.

    Sukses buat kita semua.

  6. 2009 Januari 1
    khilafahcenter permalink

    Assalamualaikum

    PILIH AGAma pancasila apa islam

    afwan mampir akh

    akhi (syuhada) kita akan bertemu dimedan perang atau di bawah bendera khilafah atau nanti disurga insyaallah

    http://khilafahcenter.wordpress.com/2009/01/01/hari-kelima-agresi-gaza-400-gugur-dan-2000-terluka/

  7. 2009 Januari 1

    Wa’alaikum salam,
    Terimakasih udah silaturahim ke weblog STUDI TUR
    Saya akan bersilaturahim ke weblog Anda, Khilafah Center

  8. 2009 Januari 7
    yana wirdha permalink

    makasiiiy yaa artikelnyaa .

    lumayan buat tugas kampuss .
    hehe

  9. 2009 Januari 28

    thanks very much bro……

  10. 2009 Februari 28

    wah keren
    berez wiz

  11. 2009 Maret 13

    Thanks buat artikelnya
    Berguna sangat nih artikel

  12. 2009 April 24
    al_Qisty permalink

    coba ya! apabila anda keluarnegri. trus ditantya. apasich ideologi negaramu?
    kira-kira apa yang akan anda jawab?
    apakah mereka kan paham dengan ideologi ini. didunia ini ideologi cuma ada TIGA. kira-kira gitu ya?
    TRUS APA ADA IDEOLOGI YANG NAMANYA PANCASILA?

    • 2009 Mei 20
      bembi permalink

      ada makane baca pidato bung karno 1 Juni 1945,and september 1960 betapa bangsa ini dihargai karena pancasilanya.di manivesto komunis tidak ada ketuhanan yg maha esa di Declaration of independent tidak ada keadilan sosial.bersyukurlah anda bisa menggunakan internet di indonesia coba you keluar negeri dulu pasti mahal hehehe maaf yach.mhon baca yg tadi ane suruh

  13. 2009 Juni 22

    Hal yang menjadi lebih penting adalah. Tanyakan kepada setiap orang “Apakah Kamu Hafal Pancasila?”

    Itulah yang mendasari saya dulu menyatakan kepada adek-adek MaBa “Kamu nggak hafal Pancasila, kamu komunis yah?” Hihihihihii. (memoar mantan mahasiswa!)

    Sukses bos.

  14. 2009 Agustus 2

    Assalam…
    Teima kasih atas artikelnya..
    Sangat membantu sekali u/ selesaikan tugaz saya..
    Wassalam…

  15. 2009 Agustus 2

    aziiiip

    thanks ya bro

  16. 2009 Agustus 9

    aSS.wr.wb
    Selamat paghyy….
    Ni sisil…
    Mas….
    Saya boleh ngopy teksnya sebagian nggak???
    Soalnya buat tugas sekolah..
    sebelum dan sesudahnya terimakasih ya….
    wass.wr.wb

    • 2009 September 4
      DINI permalink

      BOLEH DONKKKK……….
      s0 paSTi……………………………………………………………………..

    • 2009 Oktober 7
      irshan permalink

      susah jga cri tugas???

    • 2009 Oktober 31

      yah gak lah tapi susah-susah gampang…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  17. 2009 September 1

    ass.wr.wb
    sama ada tugas ppkn juga nich…

  18. 2009 September 2
    ZhaL permalink

    Apa sich perbedaan antara ideologi pancasila dan ideologi nasional……?????

  19. 2009 September 4
    ghina permalink

    HAI BOLEH KENALAN GAK SAMA TOKOH-TOKOH YANG BUAT IDIOLOGI ????????

  20. 2009 September 6
    dwi wulan permalink

    assalamualaikum ….

    Marhaban Ya Ramadhan…..
    slm knal drQ,

    Mas Tur aq punya masalah nch, aq dr dlu g suka pljran PPKN apalagi tentang sjrh….
    tp skrg aq mau tdk mau hrs suka,cz dlm kuliah hrs bwt makalah dan presentasi d dpn kelas.
    bs mnta bantuan materi g????tentang pancasila sbg ideologi, yang lbh banyak z…..
    sblmnya thx bgt. tk tunggu z materinya……

    Wassalamualaikum…

  21. 2009 September 7
    riry permalink

    kurang panjang nih…saya lagi butuh yang lengkap

  22. 2009 Oktober 5

    Thx.. ya artikelnya,, sangat membantu… ^_^ ^_^ ^_^

  23. 2009 Oktober 7
    irshan permalink

    Ass… semuanya..??

  24. 2009 Oktober 30
    alanes permalink

    ideologi?

  25. 2009 Oktober 31

    yah gak lah ……. tapi susah-suasah gampang ,,,,,,,,,,,kan………..!!!!!???????

  26. 2009 November 2

    aku penasaran n mencoba belajar dulu y

  27. 2009 November 2

    oiya tolong lengkapin y cos aku mau belajar buat aku daftar kowal…. muakasih ya

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS