Hubungan Antara Wawasan Nusantara dengan Ketahanan Nasional
Wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah wilayah perairan mempunyai banyak celah kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh negara lain yang pada akhirnya dapat meruntuhkan bahkan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia. Indonesia yang memiliki kurang lebih 13.670 pulau memerlukan pengawasan yang cukup ketat. Dimana pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak TNI/Polri saja tetapi semua lapisan masyarakat Indonesia. Bila hanya mengandalkan TNI/Polri saja yang persenjataannya kurang lengkap mungkin bangsa Indonesia sudah tercabik – cabik oleh bangsa lain. Dengan adannya wawasan nusantara kita dapat mempererat rasa persatuan di antara penduduk Indonesia yang saling berbhineka tunggal ika.
Wawasan nasional bangsa Indonesia adalah wawasan nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. Sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Dengan adanya wawasan nusantara, kita harus dapat memiliki sikap dan perilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsa hendaknya ditanamkan sikap wawasan nusantara sejak dini sehingga kecintaan mereka terhadap bangsa dan negara lebih meyakini dan lebih dalam.
Ketahanan Nasional (Tannas) adalah konsep bangsa Indonesia, Keselamatan Nasional (National Security) atau kelangsungan hindup bangsa (national survival). National security yang sering kita tejemahkan dengan keamanan nasional, lebih fokus pada kekuatan militer daripada kekuatan lain yang ada dalam kehidupan suatu nangsa. Tannas yang juga disebut sebagai comprehensive security, berpendapat bahwa kelangsungan hidup suatu bangsa atau masyarakat tergantung pada keserasian aspek kehidupan seperti Ideologi-Politik-Ekonomi-Sosial Budaya-Militer, dimana tiap aspek saling mempengaruhi. Stabilitas dari networking aspek2 tsb akan menciptakan Tannas yang kuat. Tannas lahir di Seskoad (Sekolah Staf & Komanda Angkatan Darat) pada tahun 1969-1970, yang pada saat itu berusaha mengembangkan doktrin sendiri tentang national security, berdasarkan pengalaman sendiri dan bangsa lain. Hasilnya menyatakan bahwa kelangsungan hidup suatu mesyarakat tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer saja, tetapi juga tergantung pada kemampuan aspek kehidupan yang lain. Keadaan ekonomi dan konflik antar kelompok karena alasan politik, agama dan sumberdaya dapat menghancurkan kemampuan negara untuk bertahan. Pada tahun 1966 kita menghentikan konfrontasi dengan Malaysia dan Singapore, dan Indonesia tidak ingin dianggap negara yang agresif. Strategi yang mendukung tercapainya Tannas dalam menghadapi ancaman, terutama ancaman militer atau kekerasan adalah strategi tidak langsung, konsep Andre Beaufre – jendral Prancis. Untuk pertahanan dikembangkan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta dan untuk kemanan dalam negeri dikembangkan Operasi Keamanan Dalam Negeri, strategi dari keduanya didasarkan pada strategi tidak langsung. Strategi tidak langsung barangkali dapat digambarkan yang dalam bahasa Jawa disebut: “nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake”, yang artinya kira2: berlaga tanpa pasukan, menang tanpa mengalahkan. Dalam permainan game/strategi ini disebut “non zero sum game”, dalam suatu penyelesaian sengketa kedua belah pihak mendapat manfaat. Awalnya konsep Tannas ini diberi nama Pembinaan Nusantara, yang terdiri dari pembinaan Wilayah (untuk menciptakan kesejahteraan) dan pembinaan Teritorial (untuk menciptakan keamanan). Keduanya saling berkaitan, tidak mutually eksklusif, kita tidak bisa meng-antagoniskan kedua pembinaan, karena dalam setiap pembinaan kedua unsur tersebut harus diperhatikan, hanya yang mana lebih diutamakan hanya masalah prioritas sesuai dengan kondisi pada saat itu. Teori lain yang dipakai adalah teori kelangsungan hidup suatu “social system” yang dikembangkan oleh Talcot Parson. Parson berpendapat jika suatu sistem sosial ingin mempertahankan hidupnya dia harus mampu mengembangkan kemampuan: 1. “pattern maintainence”; 2, “adaptation”; 3, “goal attainment”; 4, “integration”; 5, “goal setting”. Tidak social system mampu mengembangkan semua fungsi. Sebelum konsep ini berkembang sampai mempunyai kerangka yang jelas, pada tahun 1972 presiden Suharto meminta agar konsep ini dikelola oleh Lemhannas (Lembaga Pertahanan Nasional yang kemudian menjadi Lembaga Ketahanan Nasional. Perkembangan konsep ini kemudian tidak sesuai dengan apa yang semula digagas di Seskoad. Wawasan Nusantara adalah suatu konsep bagaimana bangsa ini melihat dirinya sendiri yang merupakan negara kepulauan. Jika didasarkan hukum yang berlaku pada saat itu, maka Indonesia terdiri dari pulau2 yang dikelilingi perairan teritorial sepanjang 12 mil, maka selebihnya menjadi wilayah internasional, situasi demikian membahayakan keamanan nasional dan internasional, karena rawan konflik. Maka Indonesia mengusulkan agar wilayah laut pedalaman, yang pengukurannya didasarkan berdasarkan pada prinsip2 tertentu dapat menjadi wilayah nasional. Hubungan Wawasan Nusantara dengan Ketahanan Nasional adalah, bahwa Wawasan Nusantara memperkuat dan mempermudah pengelolaan Ketahanan Nasional. Tetapi masalahnya justru adanya Wawasan Nusantara orang berpendapat bahwa sebagai negara maritim kita harus mempunyai kekuatan maritim (baca Angkatan Laut) yang kuat. Tehnologi sekarang sudah memungkinkan terciptanya networking antar unsur untuk mencapai tujuan strategi. Diharapkan generasi muda berusaha mendalami dan menggali pengalaman masa lalu, supaya kita dapat menciptakan konsep yang cucuk dengan suasana dan lingkungan kita sendiri. Manfaat suatu konsep adalah jika dapat dipraktekan, hobi kita suatu konsep untuk terus menjadi wacana, yang hanya menghasilkan orang pintar bicara. Apabila kita menggali ilmu di luar negeri, kita ambil intisari ilmu untuk mengkaji keadaan kita berdasarkan ilmu tersebut. Bukan kita tiru aplikasi ilmu itu dalam kondisi lain, lalu hasilnya ingin diterapkan di Indonesia. Ini akanmerugikan bangsa kita, kerugian tidak segera nampak, karena proses berjalan lama. Ibarat kita beli sepatu, tidak cocok dikaki kita, jangan kakinya yang dirubah tetapi sepatunya. Para pemuda harus menggeluti ilmu dari muda, mau mempelajari sejarah secara teliti, karena sejarah adalah masalah lalu kita. Masa depan dibangun dari pengambilan hikmah masa lalu. Tetapi juga harus disadari bahwa penulisa sejarah kita, kebanyakan adalah untuk kepentingan penulis atau subyek yang ditulisnya, sehingga sebetulnya tidak bermanfaat untuk kepentingan kita. Pelajari sejarah dan pengalaman secara sangat kritis, jangan takut untuk dicap tidak patriotis, karena pengalaman menunjukkan bahwa orang yang menyebut orang lain tidak patriotis, dia sendiri selalu berlindung dalam kemunafikan.
Kredit title dan ucapan terimakasih kepada:
Pak Sam di e-mail: s.hakim39@yahoo.com Semoga bermanfaat.




sayann beterima kasih kepada penulis artikel dan penyedia situs ini karena situs dan artikel ini membantu saya dalam mengembangkan wawasan saya dalam ilmu pengetahuan umum dan sosil seta hal-hal yang berbau kenegaraan. ini sangat bagus sekali buat para mahasiswa yang mau berfikir keritis dan tangggap terhadap apa-apa yang ada di negara yang kita cimtai ini, Indonesia
ya……. mana nih artikel “Hubungan Antara Wawasan Nusantara dengan Ketahanan Nasional” padhal amat aku buthin nih!!! sayang banget…….
pencari artikel “Hubungan Antara Wawasan Nusantara dengan Ketahanan Nasional”
kecewa.
lho kok gak ada Isinya…???????
Ngantuk yaa…..??? mngkin Yang nulisnya mabok kali…..?
kecewa bangeeee…….eettts.s.s.s………!!!!!!
Assalamu ‘alaikum, blogger?
Maaf banget membuat Anda, para pengunjung kecewa dengan kurang lengkapnya artikel di atas.
Terimakasih udah berkunjung.
Bagi Anda yang sudah menemukan “Hubungan Antara Wawasan Nusantara dengan Ketahanan Nasional” silahkan jejak balik kesini dan menuliskannya di kolom komentar. Semoga ilmu Anda sebagai ladang ibadah dan mendapat Ridho Allah. Amin.
katakan tidak untuk ………………………..
katakan tidak untuk…………………………
katakan tidak untuk…………………………
biarlah titik-titik itu di isi oleh anda sendiri
andalah yang akan menentukan akan menjadi apa
INDONESIA kelak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ayo!!!!!
let’s do it now!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
yeah
meskipun krg memuaskan tpi tetap
i appreciated u
thx for ref
Makasih atas kunjungan dan komennya.
Tetap semangat!!! Di web, emang belum begitu lengkap, tapi kita dapat membacanya di buku atau literatur-literatur lain.
Tetap semangat!!!
mengapa suatu bangsa perlu Ketahanan Nasional? trims..
jah!gmn nih tgs W yg ttg hub wawasan nusantara dgn ketahanan nasional???
hi
thanx mas tulisannya membantu saya terkait mata kuliah kewarganegaraan
keep post more
salam
Salam kenal juga. Maksih dah ninggalin jejak komentar. Ok
mannnnnnnnnnnnntaps
boleh lah ok , gue solut sama loe
q g mudeng panjenengan nulis pa??????
sore mas garenk
lam kenal ya
makasih lho dah ninggalin komentar dan say itu
kalau sekarang ga paham, semoga lain waktu bisa paham. Ok.
Thx.
terima kasih untuk penjelasannya
lain kali klo da bahan kewarganegaraan lagi tolongdi publikasikan yah
terima kasih banyak,..
wokeeeeeeeee………………….
dengan artikel ini dapat menambah pengetahuan tentang wawasan nasional. Thanks ya … Post lebih banyak
hubungan wawasan nusantara dengan aspek alamiah dan aspek sosialnya mana. Dan hubungan antara aspek sosial dengan aspek alamiahnya mana??????
lumyan bisa bantu buat tugas kuliah… hahha